cicak vs BUAYA
Posted on 07. Nov, 2009 by zeista in Think'z Zone
Di Indonesia pada saat ini sedang hangat-hangatnya masalah mafia hukum dan peradilan, dimana awal cerita pembukaannya dimulai dari terbunuhnya salah satu bos PT PRB. Selanjutnya fakta demi fakta, opini demi opini mulai terbentuk dan terbuka, dan pada akhirnya ditangkap pula 2 pejabat KPK – Bibit dan Chandra.
penangkapan ini terlihat penuh dengan politik dan konspirasi, sehingga suhu politik pun memanas… ada yang pro dan kontra.
Dukungan moral dari masyarakat yang pro terhadap KPK terus berdatangan, demo-demo dan aksi-aksi terus digelar. Mulai dari turun ke jalan, hingga membuat dukungan di facebook dengan target 1 juta orang. Untuk yang pro terhadap polisi juga ada, salah satunya evan brimob… dimana dia meng-update status facebooknya dengan tulisan “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..”. Status tersebut cukup provokatif sehingga membuat daya tarik tersendiri disela-sela keramaian kasus besarnya.
Saat yang bersamaan timbulah istilah baru “cicak vs buaya”. Cicak = KPK ; Buaya = Polisi. Istilah ini mulai ramai digunakan oleh masyarakat indonesia… beberapa teman2 di facebook juga mulai menggunakan istilah tersebut pada saat mereka menceritakan sesuatu hal yang berhubungan dengan Polisi.
asal mula kata cicak vs buaya adalah dimana saat Susno Duaji sedang ditanya oleh wartawan tentang penyadapan teleponnya, seorang wartawan bertanya bahwa tentang bagaimana Susno mengetahui bahwa HP nya telah disadap… dia menjawab, dia bisa tau karena alat yang dipunyai Polisi. Kemudian Susno juga sempat berkata kalo alat yang dipunya KPK ga seperti yang dipunya Polisi, dengan perkataan begitu wartawan tersebut kembali bertanya… mana yang lebih baik?
karena Susno tidak bisa menjawab secara teknis maka dia mengambil analogi dari binatang yang ada didekat aquariumnya “cicak” untuk alat punya KPK, dan “BUAYA” untuk alat punya Polisi yang didengar dari celotehan anak buahnya.
Kasus cicak vs BUAYA ini akan semakin panjang.. hari Selasa 3 Nov 2009 telah di perdengarkan kumpulan rekaman pembicaraan yang mengungkapkan mafia peradilan ini. Tim pencari fakta juga telah dibentuk oleh Presiden yang diketuai oleh bang Adnan Buyung dan didampingi oleh 7 orang anggota. Semoga kasus ini cepat selsai dan menunjukan bahwa kebenaran itu dan tidak dapat dibeli oleh siapapun.






Leave a reply