Spot on Zeista mind

Mengapa Harga Minyak Kita Harus Naik

Posted on 09. May, 2008 by zeista in Economic and Business-Zone

Pengumuman pemerintah untuk menaikan harga BBM subsidi (premium) telah menggemparkan perekonomian nasional. Terlebih lagi, perekonomian dunia juga sudah semakin kacau dimana harga minyak dunia sudah menembus $120 per barel. Krisis sumberdaya alam juga terjadi di Indonesia, yaitu susahnya mendapatkan minyak tanah. Akibat dari itu semua gejolak perekonomian nasional mulai terasa, dimana harga-harga kebutuhan pokok semakin naik dan mulai memberatkan masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Begaimana pengaruhnya harga minyak dunia terhadap perekonomian kita sehingga pemerintah perlu ikut menaikkan harga BBM bersubsidi?

Saya disini mencoba membuat ilustrasi sederhana berdasarkan beberapa fakta dan asumsi.
Pertama kita mulai mencoba menghitung harga premium jika mengikuti harga minyak dunia.
Pada saat ini kita anggap harga minyak dunia = $120 per barel, untuk memprosesnya kita anggap membutuhkan biaya 20% dari harga dasar, 1 barel = 159 liter, dan $1 = Rp.9500. Jadi:
Untuk mendapatkan premium = $120 + ( $120 x 20% ) = $150 per barel
Jadi 1 liter premium dalam rupiah = $150 : 159 x Rp.9500 = Rp. 8962 ~ Rp. 9000,-

Dengan melihat perhitungan pertama diatas maka kita bisa melihat jika harga premium tidak disubsidi dan mengikuti harga didunia mencapai Rp. 9000,-. Kemudian jika pemerintah tetap meberikan subsidi maka besar subsidi 100% dari harga jualnya.

Pemerintah mempunyai perhitungan tentang jumlah pemakaian BBM di Indonesia selama 1 tahun. Dari harian Republika saya kutip “Dalam APBN-P 2008, pemerintah telah membuat beberapa ‘bantalan’ jika harga minyak berada di atas asumsi 95 dolar AS per barel dan konsumsi di atas 37 juta kiloliter. Jumlahnya Rp 13,8 triliun” dan ini “Dalam APBN, konsumsi BBM 37 juta kiloliter. Sebanyak 16,9 juta kiloliter di antaranya konsumsi premium”. Untuk hal ini mari kita anggap konsumsi pemakain premium = 20 juta kiloliter.

Indonesia juga merupakan negara penghasil minyak dan target pemerintah ialah 1 juta barel per hari. Dari data statistik ESDM produksi Premium pada tahun 2006 mencapai 60 juta barel. Mari kita anggap ini nilai yang sama untuk tahun 2008.

Besarnya subsidi:
Besarnya konsumsi Premium setahun: 20.000.000.000 liter
Hasil produksi Premium setahun : 60.000.000 x 159 = 9.540.000.000 liter
Maka import Premium setahun : 20 juta kiloliter – 9,54 juta kiloliter = 10,46 juta kiloliter

Jika kita ambil subsidi pemerintah sebesar Rp. 4500 (dari perhitungan pertama)
Maka subsidi yang dibayarkan = 10.460.000.000 x Rp. 4500 = Rp. 47 triliun (pembulatan)

Jika melihat anggaran bantalan yang disiapkan pemerintah yang sebesar 13,8 triliun maka pemerintah akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp. 33,2 triliun. Nah, sekarang bagaimana caranya pemerintah menutupi defisit anggaran sebegitu besarnya?

Cara yang akan dilakukan oleh pemerintah ialah dengan menaiki harga premium sebesar 20% sampai 30%. Berapakah harga yang pantas untuk menutupi defisit anggaran tersebut?
Secera sederhana ialah = Rp. 47 triliun : 20 juta kiloliter = 2400 (pembulatan)

Dan harga akhir Premium yang akan dijual kepasar = Rp. 4500 + Rp. 2400 = Rp. 6900 per liternya. Atau dalam persentase bisa kita anggap harga idealnya premium harus naik sebersar 50%. Perhitungan sederhana ini bukanlah menjadi patokan dikarenakan beberapa variabel merupakan asumsi dan pembulatan, tetapi merupakan gambaran yang sebenarnya terjadi pada saat ini tentang keuangan negara kita.

Sebagai penutup, untuk direnungkan jika harga minyak dunia tembus hingga $200 per barel seperti yang sudah diramalkan oleh para ekonomi dunia maka krisis ekonomi yang akan terjadi di negara kita akan sangat besar. Dan bagaimana dengan rakyat miskin, apakah mereka nanti akan mati kelaparan dikarenakan perekonomian mereka sudah terpuruk?

Mulailah menghemat energi mulai dari sekarang juga…

baca juga ini:
BBM Gratis..????

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • De.lirio.us
  • Ping.fm
  • YahooMyWeb
  • Yigg

Tags: , , , , , , ,

23 Comments

infoGue

10. May, 2008

Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com
http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/mengapa_harga_minyak_kita_harus_naik

Ardy Widyarso

13. May, 2008

Pendapat anda senada dengan saya !
Selamat berkenalan !
di : http://www.awidyarso.co.cc

Amar

16. May, 2008

data-data diatas apakah ada referensinya?mohon penjelasannya.
Terimakasih

kris

16. May, 2008

Benar..
mari kita berhemat..
Sambil mengurangi beban pemerintah..
sambil mengurangi beban sendiri..
sambil mengurangi pembakaran yang mempercepat pemanasan global..
sambil menyehatkan perekonomian dengan mengurangi subsidi…
sambil apalagi yaa…

zeista

16. May, 2008

@amar

kan disitu da ditulis, pada paragraph 5 dan 6, data dikutip dari harian republika dan data statistik dari website EDSM..

dan sebagian adalah asumsi2 yg mendekati kepada keadaan real pada saat ini…

Perhitungan sederhana ini bukanlah menjadi patokan dikarenakan beberapa variabel merupakan asumsi dan pembulatan, tetapi merupakan gambaran yang sebenarnya terjadi pada saat ini tentang keuangan negara kita.

galigongli

16. May, 2008

Mari kita budayakan hidup “HIJAU”
Lets BIKE 2 WORK…

Lakukan pengurangan kendaraan umum yang ga layak pake…
Pembatasan jumlah kepemilikan kendaraan pribadi
Cari sumber energi alternatif, jangan hanya bergantung pada minyak bumi saja…

Wong orang indonesia itu pada kreatif kok cuman pemerintahnya aja yang geblek ga ngedukung buat berkembang, duitnya cuma berputar2 di atas aja…

salam
HIDUP SEHAT dengan BIKE 2 WORK

kabei

20. May, 2008

setubuh bro eh setuju
bangsa kita adalah bangsa terboros didunia
untuk meningkatkan PDB 1% aja kabarnya kita harus membutuhkan penambahan suplai bbm 10%
bandingkan jepang yang hanya sekitar 3%
lihat juga link gw
http://kabei.blogspot.com/2008/04/kebijakan-subsidi.html
http://kabei.blogspot.com/2008/04/gengsi-tinggi-mental-kuli.html
http://kabei.blogspot.com/2008/05/demo-bbm-ala-mahasiswa-ip-jeblok.html
http://kabei.blogspot.com/2008/04/defisit-membengkak-hutang-menggila.html
pokoknya di menu opinion
gw sedih banget klo lihat anggaran pendidikan dan kesehatan harus dikalahkan oleh subsidi yang hanya dinikmati orang yang sangat berpunya
apalagi blog si infoindonesia kental banget provokasinya
salam kenal bro :D

kabei

20. May, 2008

pendapat anda sama seperti pendapat saya.
menurut saya pemberian subsidi adalah kebijakan yang membuat masyarakat kita jadi boros
jadi ingat pernah baca artikel bahwa untuk meningkatkan pdb 1% saja bangsa kita membutuhkan tambahan suplai bbm sampai 10%
bandingkan dengan jepang yang hanya sekitar 3%
menurut saya pendapat si infoindonesia sarat dengan provokasi. langkah selanjutnya adalah memberi penjelasan kepada masyarakat luas yang selama ini mendapat info yang menyesatkan terutama media massa maupun elektronik yang kecenderungannya memprovokasi massa.
sudah waktunya subsidi dicabut dan dialihkan untuk pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh warga negara indonesia. berikut beberapa artikel saya tentang subsidi bbm.
trims salam kenal.
http://kabei.blogspot.com/2008/04/defisit-membengkak-hutang-menggila.html
http://kabei.blogspot.com/2008/05/demo-bbm-ala-mahasiswa-ip-jeblok.html
http://kabei.blogspot.com/2008/04/kebijakan-subsidi.html
http://kabei.blogspot.com/2008/04/gengsi-tinggi-mental-kuli.html

jackjohn

25. May, 2008

bila 9,54 jt kiloliter crude oil hasil dari dalam perut bumi indonesia perlu dikorbankan sebesar 20% (untuk ongkos) untuk mengubah crude oil menjadi BBM,

maka BBM gratis (tidak lagi crude oil) dari perut bumi indonesia adalah 80% x 9,54 jt kiloliter= 7,632 jt kiloliter <—- BBM yg sudah gratis, ongkos sudah dihitung!!

artimya dari 1 liter BBM yg dipasarkan di indonesia, punya rakyat adalah sejumlah 7,632/20 x 1 liter= 0,3816 liter,

bila dalam rupiah 7,632/20 x Rp 9000 = Rp.3434,4 yg tidak perlu dibayar untuk mendapatkan 1 liter BBM, artinya harga BBM di indonesia seharusnya sebesar

harga BBM dunia – BBM gratis dari perut buni indonesia = Rp.9000 – Rp.3434,4 = Rp. 5565,6.

dan ini adalah harga tanpa subsidi silang dari sektor non minyak.

bila ada subsidi harusnya lebi rendah lagi.

CMIIW

kugenggam

25. May, 2008

@jackjohn dah dihitung untuk bagi hasil buat perusahaan yang menambang minyak bumi na ga?

Indonesia memiliki produksi minyak, tapi yang menjadi hak indonesia adalah hasil penjualan minyak dalam bentuk dollar yang sudah dibagi dengan penambang minyak.

Otomatis, Indonesia harus membeli minyak dari luar negeril.

jackjohn

26. May, 2008

@kugenggam

9,54 jt kiloloter dalam hitungan saya asumsikan penuh milik indonesia yg sudah bersih dari bagi hasil. angka ini tidak berbeda jauh dengan data lain yg saya dapat dari sumber lain.

sebagai pra-sense, kita juga tahu indonesia menjadi net importir minyak belum lama, artinya hasil minyak yg dimiliki oleh indonesia (sudah dengan menghitung bagi hasil) dan jumlah import minyak pasti tidak jauh berbeda, ini sesuai dengan data di atas.

mungkin untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan ke bung Zeista (empunya blog ini) apakah angka itu sudah dengan bagi hasil, dari cara perhitungan zeista sendiri dia menghitung 9,54 jt kiloliter itu sudah bersih dengan bagi hasil.

perlu saya tambahkan kebutuhan 20 jt kiloliter adalah kebutuhan BBM subsidi + non Subsidi. ada sebagian sektor yg membayar full sesuai harga pasar dunia, bila ini diperhitungkan maka harga BBM di SPBU harusnya lebih murah lagi.

dari sini saya berkesimpulan bahwa yg disebut subsidi oleh pemerintah sebenarnya subsidi dari sektor minyak bumi itu sendiri, lalu kenapa bisa disebut subsidi??? karena hasil produksi minyak bumi masuk ke dalam kas negara terlebih dahulu baru kemudian disalurkan lagi ke masyarakat, jadi sebenarnya sama saja tidak ada subsidi (dari sektor non minyak), karena pd kenyataannya sektor minyak bumi tidak menyubsidi sektor apapun dan tidak disubsidi sektor apapun.
harga yg berlaku sekarang adalah harga minyak dunia dikurangi produksi minyak indonesia sendiri.

bisa dikatakan pemerintah agak menipu publik soal ini. bila pengertian subsidi seperti itu maka artinya tidak ada sektor yg lepas dari subsidi, karena semua sektor juga dibiayai dari kas negara. kata “subsidi” tidak mempunyai arti berbeda sama sekali.

zeista

26. May, 2008

oke bro gw dateng…
cara goblok2an nya begini aja…
kita sudah tahu bahwa impor bbm kita hampir 50% dari produksi..

jadi kita anggap aja 1:1 setuju semua..???

kalo pertamina menjual premium Rp 4500. dan semuanya adalah keuntungan, (biaya lifting, distribusi, overhead, dll ga dihitung). maka kita akan untung 4500.
terus harga minyak dunia pada hari ini telah diatas $130.
maka $130 x Rp.9000 (kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar)=Rp 1.170.000 per barel
maka 1 liternya 1.170.000 : 159 = Rp 7.358 atau kita buletin aja jadi Rp. 7.000,-
dan ingat kita ga memperhitungkan biaya pengolahan menjadi premium dan biaya yg lainnya yah…

kalo hitungan bego2an begitu paham ga???
pertamina untung 4500 terus impor 7000 ….
Siapa yg mo nombokin??? inget biaya produksi dan biaya lain2nya kita ga hitung, kalo dihitung ya da ga segitu lagi untungnya…

kalo dengan cara goblok2an yg gw bikin pemerintah akan BEP di harga minyak dunia sekitar $80 per barel dan ingat yah ini asumsi cara goblok2an ga bisa dibuat patokan tapi cukup menggambarakan keadaan real…

pemerintah mempunyai batasan untuk mensubsidi BBM, sesuai dengan anggaran APBN. dengan harga minyak dunia sudah $95 per barel pemerintah sudah memberikan subsidi loh.. (perlu gw buatin ga hitungan goblok2an kaya tadi??) dan pemerintah juga punya cadangan dana sekitar 13,8 triliun jika harganya sudah lebih dari $95 per barel… tapi sampai batasan mana???

pemerintah dapat mensubsidi pemakaian bbm dengan patokan harga minyak dunia tidak lebih dari $ 95 per barel. nah kalo udah lebih dari $ 95 mo ambil dari anggaran yang mana?? hitung aja 13,8 trilin bisa abis buat berapa bulan jika melihat konsumsi BBM kita. Dan Masih ada BBM yang lain selain premium loh untuk alokasi dana 13,8 trilliun tersebut…

jika jackjohn menjadi presiden anggaran apa yg mo dipotong?? ingat jika anggaran yang anda potong jelas mempunyai akibat yg signifikan loh… (jgn tersingung yah bro). Tapi ada inputan dari salah seorang mantan Menko , saya rasa itu cara yg masuk akal selain menaikan harga BBM, tetapi ada tapinya loh… nanti yah.. bahan belum terkumpul semua…

ilustrasi sederhana itu saya buat secara mudah…
dan mudah2an rekan2 yg membaca blog ini dapat mengerti..

tugas kita sekarang adalah bagaimana memperbaiki perkenomian ini setelah inflasi sudah mempengaruhi perekonomian kita???
Program yg pemerintah sekarang dalam menyelamatkan APBN harus kita dukung, jika kita tidak mendukung maka orang asing ga yakin dengan negara ini dan ga akan investasi….
bego2annya begini… rakyatnya aja da ga percaya ma pemerintahnya, apa lagi orang asing….

inget buat rekan2 mahasiswa, tolong demo yg tertib… jangan kaya anak UKI pada hari ini..
bikin susah orang banyak..
bayangkan supir kendaraan umum harus berputar jauh menghindari demo (yg kadang menjadi anarkis) kan bbm sudah naik terus ditambah muter2, kan pake bbm nya jadi bisa 2x lipat dari normal….
kasihan….. mereka hanya orang menengah kebawah yang ga pinter kaya kalian yang bisa sekolah tinggi menjadi masiswa……. harus menanggung akibat demo mahasiswa yang ga tahu diri…..

memang pengaruh kenaikan BBM ini akan sangat luas… tinggal kita melihat action pemerintah dalam menstabikan perekonomian ini… dan dukungan kita tentunya…. untuk sementara ini…
jika ga suka sama pemimpin yg sekarang tunggu ampe pemilu n jangan dipilih lagi, tapi sekarang kita butuh dukungan nya (kepercayaan publik kepada pemerintahan, salah satu faktor yg mempengaruhi iklim investasi)

baca2 yang ini juga yah…
http://zeista.wordpress.com/2008/05/18/bbm-gratis/

sekian dulu deh…. nanti sambung lagi yah
ada tambahan dari rekan2…

jackjohn

26. May, 2008

sori bro zeista, itung2an dengan menganggap pertamina ngambil untung 100% dari Rp 4500 dan import Rp 7000 jadinya malah melenceng

begini…
pertamina ambil untung dari 1 liter Rp 4500 (pertamina punya profit Rp 4500)

kemudian import 1 liter seharga Rp 7000, berarti dia mengalami loss Rp 4500 – Rp 7000 = Rp -1500, tapi 1 liter yg di import pertamina yg seharga Rp 7000 itu kemudian akan di jual lagi ke masyarakat dengan harga Rp 4500, berarti profit/loss pertamina adalah :

Rp 4500 (dari penjualan pertama) – Rp 7000 (dari pembelian/import) + Rp 4500 (dari penjualan BBM hasil import) = Rp.2000 <====justru profit

jackjohn

26. May, 2008

sori yg Rp 4500-Rp 7000 seharusnya = Rp -2500.

selebihnya seperti yg ditulis :)

zuli

27. May, 2008

iya bro…
kan gw da bilang diatas, kalo cara goblok2an ini ga bisa dibuat patokan… ini mo menggambarkan kalo kita import aja sudah defisit (sebelum diolah dan dijual) di $130 per barel.
Kan disitu juga dibilang, kalo dihitunga secara riil semua cost, ya da pasti untung nya gak 4500 lagi.

kalo dilihat lagi dengan untung 2500 perliter (ini nilai pembulatan dari perkalian kurs dollar, jadi kalo mo dihitung riil lagi sudah pasti untungnya tidak 2500 lagi) dari perhitungan bung jack john itu apa cukup dibagi dengan seluruh biaya2 yang timbul mulai dari lifting minyak bumi kita, proses produksi, pendistribusian, untung perusahaan, gaji pegawai, dsbnya.
Kemudian dari variabel impor ada biaya impor, biaya proses pengolahan, pendistribusian, dan banyak biaya lain lagi.

Intinya kalo pemeritah tidak merasa APBN terganggu ga mungkin mereka pusing begini, Sebelum harga minyak dunia lebih dari $95 per barel pemerintah ga pusing kaya begini kan….
kita masih bisa menikmati premium di 4500 per liter.

Sekarang sih gw da ga mo pusingin masalah harga BBM ini. Karena pemerintah sudah menetapkan naik. Kemudian timbul pertanyaan begini bagaimana nasib rakyat kita ini???

Harga Premium naik terus Harga sembako naik, terus biaya transportasi naik, gaji buiruh tetap.
Maka, buruh akan sengsara, pada gaji yang sekarang aja sudah hampir tidak cukup, kemudian post pengeluarannya bertambah maka hasilnya buruh akan mempunyai pendapatan yang minus.

Harga naik, pembelian barang2 produksi menurun, produsen akan menurunkan jumlah produksi dan yang menyebabkan pendapatan berkurang.
Akibatnya pengurangan pegawai serta effisiensi manajemen. Buruh lagi yang akan kena dampaknya, mereka akan dikurangkan.

yang paling ekstrim adalah pengangguran tinggi maka tingkat kriminalitas akan naik, dampaknya Indonesia ga aman… maka dampaknya besar….

belum lagi rakyat miskin yang tidak kerja… kadang makan saja susah, bagaimana bisa membeli beras yang harganya sudah naik…??
Sedih gw liat ditivi karena beban ekonomi mereka pada bunuh diri….

Belum lagi melihat kelakuan bapak2 wakil kita, gaji gede… tapi ga mau berkorban buat rakyatnya malah sibuk jalan2 keluar negri, gaji gede, tunjangan besar, KORUPSI. Terus gaji karyawan Pemda di daerah terpencil yang cukup besar, maka mereka akan menjadi orang kaya ditengah2 rakyat miskin….
SEDIH gw liat negara ini…

thanx buat bung jackjohn atas kritisinya…

jackjohn

27. May, 2008

thx juga bung zeista yg sudi menanggapi posting gw :)

mengenai hitung2an gw, biaya lifting, distribusi, dll sudah dihitung, yaitu dengan mengurangi sebesar 20% dari minyak mentah milik indonesia.

crude oil milik indonesia sebesar 9,54 jt kiloliter (ini sudah dikurangi bagi hasil), maka untuk ongkos adalah sebesar 20%, sisanya sebesar 7,632 jt kiloliter. pengorbanan sebesar 9,54 – 7,632 = 1,908 jt kiloliter adalah ongkos untuk lifting, pengilangan, gaji pegawai, dll.

sekarang apa mo dikata, BBM udah naik, cuma hitung2an ini gw buat supaya orang banyak pada tau kalo klaim pemerintah bahwa BBM itu disubsidi adalah tidak benar.

pemerintah selalu mengatakan bahwa BBM disubsidi, padahal tidak sepenuhnya benar (udah gw singgung di posting sebelumnya). kalo didiemin dan masyarakat tidak tahu yg sebenarnya maka pemerintah bisa selalu menjadikan BBM ini “jalan pintas” bila terjadi masalah dalam anggaran, pemerintah akan menjadi manja dan tidak mau mencari solusi alternatif yg tidak memberatkan rakyat, padahal masih ada alternatif lain, dan bila kebijakan pemerintah adalah mengurangi konsumsi maka seharusnya pemerintah juga punya program yg jelas untuk mengimbanginya seperti meningkatkan iklim investasi atau apapun yg produktif, memberantas korupsi (yg paling penting), penyehatan BUMN, dll.

intinya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil masih sangat kurang.

ya orang kecil kayak gw bisa apa lagi selain cuap2? hehehehe

moga2 aja pemerintah mau mendengarkan rakyatnya yg kini sedang bersusah payah demi mencari seliter premium :)

umpanbalik

29. May, 2008

1. Subsidi di atas maksudnya pemerintah rugi or gak ngambil untung senilai itung2an itu?

2. Apabila beras dalam negeri seharga Rp4000…sedangkan di pasaran Internasional harganya sudah menjadi Rp 10000… apakah ini dapat diartikan bahwa rakyat Indonesia sewaktu membeli beras di Indonesia di subsidi Rp6000 oleh petani???!!

umpanbalik

29. May, 2008

Perbandingan Harga Bensin Di Seluruh Dunia

Berikut adalah daftar harga minyak di seluruh dunia. Di Venezuela harganya hanya Rp 460/liter, di Saudi Arabia Rp 1.104/liter, di Nigeria Rp 920/liter, di Iran Rp 828/liter, di Mesir Rp 2.300/liter, dan di Malaysia Rp 4.876/liter. Rata-rata pendapatan per kapita di negara-negara tersebut lebih tinggi dari kita. Sebagai contoh Malaysia sekitar 4 kali lipat dari negara kita.

Jelas bedanya antara negara yang mementingkan kepentingan rakyat dengan negara Neoliberalis/ Pro Spekulan Pasar yang hanya mengikuti harga minyak Internasional.
http://en.wikipedia .org/wiki/ Gasoline_ usage_and_ pricing

zeista

29. May, 2008

@umpanbalik..
dari negara2 yg anda tampilkan memang benar…
harga BBMnya sangat murah. Tapi anda harus berpikir mengapa bisa begitu???
saya sempat berpikir faktor2 yg mempengaruhinya:

1. untuk negara arab karena dia negara penghasil minyak terbesar yah wajar lah harganya murah… karena nilai ekonomisnya dapet banget.

2. untuk negara2 yg pendapatan perkapitanya sudah besar… kayanya angka pendatan negaranya tentu sangat besar donk…. makanya pemerintahnya memberikan subsidi terhadap pemakaian BBMnya

3. untuk negara2 kecil mereka juga harganya murah, karena pemerintahannya memberikan subsidi yang mana jumlah yang harus diberikan subsidi tidak akan memberatkan anggaran belanja negaranya…

kalo dibandingkan negara kita,
1. pendapatan perkapita rendah, maka pendapatan negara juga dapat dibilang rendah…
2. pemakaian BBM yg cukup banyak sehingga jika disubsidi akan memberatkan pemerintah
3. korupsi, upeti, penguapan anggaran….
4. penggelapan BBM bersubsidi ke luar negri.
5. kurangnya kemampuan human resources yg bermutu, sehingga untuk hal2 yang mendasar perlu tenaga ahli dari luar.
6. teknologi yang kita punyai bukan yang mutkhir sehingga pengeksplorasian minyak kita lebih banyak dilakukan oleh perusahaan asing.

umpanbalik

30. May, 2008

Thx jawabannya. So, gak ada yg salah kan dengan subsidi? Yg penting gimana pemerintah mau untuk jujur terhadap perhitungan2 & berupaya menasionalisasi total sumber2 daya. :)

zuli

30. May, 2008

@umpan balik

betul subdsidi itu ga salah…
subsidi itu perlu untuk memacu pertumbuhan perekonomian…
tapi……,
sampai ditingkat mana??? jangan sampai memberatkan anggaran…

setiap negara berbeda2 cara mengatur pemerintahan dan menjalankan perekonomiannya, jadi agak susah membandingkan antara negara 1 dengan yang lainnya, kecuali kedua negara benar identikal dari jumlah penduduk, geografisnya, kebiasaan masyarakatnya, serta hal lain. Baru itu bisa dibandingkan….

umpanbalik

30. May, 2008

@zuli

Memberatkan anggaran? Kok negara2 yg lebih murah itu bisa gak ngeberatin anggaran mereka yah? :)

:) Kalo harga di Indonesia kemurahan daripada harga negara lainl, dinaikan. Tapi kalo harga di Indonesia kemahalan, ya biarin aja :)

BBM vs pulsa

nindityo

31. May, 2008

@ umpan balik
maksudnya gak memberatkan anggran apa ya?
venezuela -tutup mata dengan harga minyak dunia- pura-pura gak terpengaruh, tapi coba liat inflasinya. untuk nutupin subsidi mereka terpaksa cetak uang, dan liat dong inflasinya. 30% bro.. gila bener.
iran -udah dinaikkan- dan rakyat keluar ke jalanan mo gantung presidennya yang kemudian buru-buru turunin harga lagi.
mesir dan malaysia udah dah naik
nigeria, malah perang.
arab dan brunei jelas karena keuangan negaranya masih mampu.
gak ada salahnya bro baca beritanya lebih lengkap lagi. makasih daftarnya meski itu data lama.

Leave a reply